Oleh: Prof. Dr. H. Muhibbin, M. Ag
(Rektor dan Pembina KMPM IAIN Walisongo Semarang)
Barangkali kenapa saat ini banyak orang yang sudah
keterlaluan dalam melakukan komunikasi politik, seperti kampanye hitam, saling
mengecam, menjatuhkan, dan tidak pernah memberikan komentar bagus kepada rival,
meskipun secara riil dan teorits, sesungguhnya
bagus, ialah disebabkan kurangnya
mendekat kepada Tuhan. Bahkan
semakin hari terasa bukannya semakin menyadari atas semua hal jelek yang selalu
disampaikan tetapi malahan semakin jauh dari
kebaikan dan hati nurani.
Meskipun rakyat semakin muak
dengan semua komentar yang disampaikan, tetapi
seolah tidak angin lalu, dan
pernyataan pernyataan yang menyinggung pihak lain terus saja
berlangsung.
Mungkin kalau secara langsung dikatakan bahwa mereka yang melakukan semua itu
disebabkan terlalu jauh tidak mendekat
kepada Tuhan serta jauh dari pelaksanaan ibadah dengan khusyu’, mereka akan
tidak sependapat, karena mungkin mereka
masih tetap menjalankan kewajibannya.
Hanya saja sangat mungkin kewajiban yang dijalankannya tersebut hanya sebatas
formalitas dan tidak menyentuh hatinya
yang dalam, sehingga tidak membekas sedikit pun dalam kehidupannya secara nyata.
Bagi umat muslim yang meyakini al-Quran sebagai kitab
suci yang harus dikaji dan dijadikan pedoman dalam kehidupannya, tentu sangat
dianjurkan untuk terus dibaca dan dikaji oleh semua umatnya, termasuk yang
sedang mempunyai hajat politik sekali pun.
Bahkan justru begi mereka yang sedang mempunyai hajat plitik, sangat
dianjurkan untuk terus mengkaji dan membacanya, sehingga akan mampu untuk
mendapatkan ketenangan dalam menjalankan semua tugas. Cuma saja biasanya justru mereka yang sedang
sibuk berpolitik, malahan lupa mendekat
dengan kutab suci, sehingga
biasanya malahan tidak mendapat
ketenangan.
Al-Quran adalah
kitab suci yang kalau dibaca akan membuat atau menjadikan pembacanya semakin
menyadari kehidupan yang sedang ditempuhnya, dan sekaligus akan memberikan ketenangan dalam
hidupnya. Kita sangat yakin bahwa pembaca al-Quran itu sama dengan dzikir atau
ingat kepada Tuhan, padahal siapapun yang selalu ingat kepada Tuhan sudah
barang pasti akan mendapatkan ketenangan hati dan kemurnian pikiran. Ingat bahwa Tuhan sudah menetapkan bahwa dengan dzikir kepada Allah, hati akan tenang.
Disamping itu sesungguhnya kandungan al-Quran juga sangat
luas dan cukup untuk memberikan inspirasi dan pentunjuk bagi siapapun yang berniat untuk mendapatkan ide dalam upaya
membuat kebaikan dan upaya mensejahterakan umat secara umum. Namun rupanya
sampai deti ini belum ada yang menjadikan al-Quran sebagai rujukan
dalam program dan visi misi para calon
presiden yang akan berlaga di pemilu presiden dan wakil presiden pada 9 Juli
mendatang. Mungkin saja karena Indonesia bukan negara Islam, tetapi tidak
ada salahnya, karena smeua calon beragama Islam, yang tentu mengetahui isi
kandungan al-Quran, setidaknya para pendukungnya.
Al-Quran bukan saja
bermanfaat bagi umat muslim semata, melainkan juga dapat memberikan kebahagiaan dan
kesejahteraan bagi semua umat. Karena
itu jikalau isi kandungannya diamalkan
oleh umat manusia, siapapun dan di
manapun, sudah barang tentu akan dapat memberikan kebahagiaan yang dicita citakan. Untuk itu kiranya sangat disayangkan kalau
sampai detik ini belum ada pihak yang menjadikan al-Quran sebagai salah satu
referencenya untuk menyusun visi misi dan program yang ditawarkan oleh para
calon.
Memang tidak perlu
mencantumkannya secara fulgar dan mengutip ayat ayatnya, melainkan cukup
kiranya mengambil inspirasi yang ada di
dalamnya dan mempraktekkan ajaran dan kandungannya. Mungkin diantara program yang dituangkan
dalam rencananya sudah ada sebagian yang sesuai dengan kandungan al-Quran, hanya saja karena tidak sdidasarkan
ats pengambilan yang sadar darinya, maka
tidak utuh, dan karena itu tidak menyentuh seluruh pendukung yang mengusung
calon. Buktinya masih banyak diantara
mereka yang tidak sejalan dengan garis
yang ditetapkan oleh al-Quran, seperti mencaci pihak lawan, bahkan merendahkan
serta menghina dengan begitu kejam.
Sejatinya memang tidak semua
harus selalu membaca dan mengkaji
al-quran, tetapi kalau hal tersebut dilakukan tentu akan sangat
bagus dan akan memberikan dampak positif
bagi diri mereka. Setidaknya diantara
mereka ada yang megingatkan tentang hal tersebut dan kemudian memberikan pencerahan
kepada seluruh pendukung, khususnya
para tim sukses, agar selalu berada
dalam jalur yang benar dan tidak menyakiti pihak lain. Sebab pemilu kali ini hanya untuk mencari
pemimpin nasional yang diharapkan akan mampu memberikan kesejahteraan kepada
sleueruh masyarakat, dan bukan untuk mencari musuh diantara anak bangsa sendiri.
Lain dari itu dalam
hubungannya dengan kehidupan masyarakat secara umum yang kali ini akan segera
memasuki bulan suci, akan sangat terpuji
bilamana kita mampu menempatkan diri sebagai manusia baik yang siap[ menghadapi tugas suci, yakni
berpuasa selama satu bulan penuh.
Artinya kita harus mempersiapkan diri dengan mensucikan seluruh niat,
pikiran dan hati kita serta mengikhlaskannya
sebagai bentuk kepatuhan yang penuh kepada perinta Tuhan.
Bulan suci Ramadlan harus kita hormati sebagai bulan
yang memberikan banyak berkah dan
ampunan, karena itu jangan sekali kali kita mengotorinya dengan berbagai
perbuatan yang tidak ada manfaatnya dan bahkan cenderung maksiat dan menyakitkan pihak lain ataupun
dengan ucpan yang dapat merenggangkan hubungan Antara manusia. Justru yang terbaik dilakukan dalam
menghadapi bulan suci tersebut ialah
melakukan evaluasi diri terhadap seluruh perbuatan kita, ucapan kita dan
sikap kita.
Membersihakan diri dari
ucapan, perbuatan dan sikap yang kurang terpuji, mengosongkan hati dari semua sirik, dengki, dendam dan semua penyakit hati, serta menjernihkan pikiran
dengan lebih menonjolkan semangat persudaraan, adalah hal yang harus kita
lakukan agar pada saat memasuki bulan suci, benar benar siap melakukan
seluruh ibadah di dalamnya. Akan lebih bagus lagi bilamana kita juga mau
melengkapinya dengan emngkaji kita bsuci
untuk lebih menguatkan diri dalam
menghadapi semua tantangan dan rintangan
yang bakal kita hadapi selama menjalankan ibadah.
Tampaknya memang ringan
ketika kita hanya melihatnya dari sisi
pembacaan kitab suci, tetapi dampaknya akan menjadi luar biasa. Saiapapun yang mendawamkan atau membiasakan
membaca dan mengkaji kita suci al-Quran,
kehidupannya seolah tidak menemukan persoalan pelik ataupun masalah yang membebani hidup. Kalaupun ada persoalan, tentunya akan sangat
mudah diatasi atau bahkan jalan keliarnya sudah tersedia danmudah untuk dilaksanakan. Untuk itu membaca dan mengkaji al-Quran memang menjadi sebuah keniscayaan
bagi siapapun yang menginginkan hidup
damai dan seimbang.
Nah, dalam kaitannya dengan
kehidupan politik saat ini tentu juga akan sangat dianjurkan bagi siapapun,
khususnya mereka yang terlibat langsung dengan p[olitik praktis, untuk mau membuka lembaran lembaran mkitab suci dan
mencermatinya sedemikian rupa, sampai
dia mendapatkan inspirasi dari kitab suci tersebut. Termasuk p[ula sangat dianjurkan untuk
membacanya ialah mereka yang usai bertanding dalam pemilu legislative
kemarin, baik yang ter[ilih menjadi
wakil rakyat maupun yang tidak.
Kita sangat percaya
bahwa saat ini masih cukup banyak diantara mereka yang masih belum mampu
mengatasi dirinya sendiri, terutama
mereka yang kalah bertanding dan sudah
banyak dana yang dikeluarkan. Untuk itu jangan sampai berlarut dan
menjadikan dirinya lemah dalam menghadapi kehidupan, sebaiknya ambil kitab suci dan kemudian dikaji serasa
sungguh sungguh, semoga Tuhan akan memberikan jalan keluar yang menguntungkan baginya. Sementara itu bagi yang mjadi sebaiknya juga
selalu mengkaji al-Quran agar perjalannya selamat dan dapat mengemban amanah
yang diberikan oleh rakyat.



0 Comments